Kamis, 19 Mei 2011

MONOPOLI

MENGAPA MONOPOLI MUNCUL

Suatu perusahaan disebut monopoli (monopoly) jika perusahaan itu adalah satu-satunya penjual suatu barang dan jika barang tersebut tidak ada barang substitusinya. Penyebab yang paling mendasar dari munculnya monopoli adalah hambatan untuk masuk: Suatu monopoli terus menjadi pemain tunggal di pasarnya karena perusahaan-perusahaan lain tidak mampu masuk ke pasar itu dan bersaing dengannya. Hambatan untuk masuk ini timbul akibat tiga hal utama:
·        Suatu sumber daya inti hanya dimiliki oleh satu perusahaan.
·        Pemerintah memberikan hak eksklusif kepada satu perusahaan untuk membuat barang atau jasa tertentu.
·        Biaya produksi barang tersebut untuk satu produsen lebih efisien daripada untuk banyak produsen.

MONOPOLI SUMBER DAYA

Cara paling sederhana bagi suatu perusahaan untuk melakukan monopoli adalah dengan memiliki sumber daya pokok. Sebagai contoh adalah keadaan pasar untuk air di sebuah kota kecil di era Old West (Amerika di pertengahan abad ke-19). Jika hanya ada satu sumur di kota itu dan tidak ada kemungkinan untuk mendapatkan air dari tempat lain, maka pemilik sumur itu memiliki hak monopili air. Si pemonopoli memiliki kekuatan pasar yang jauh lebih besar daripada perusahaan apapun di pasar yang kompetitif. Jika barang yang dijual benar-benar merupakan kebutuhan, seperti air, maka si pemonopoli dapat meminta harga yang sangat tinggi, meskipun biaya marginalnya rendah.

Monopoli yang Diciptakan oleh Pemerintah

Monopoli terjadi karena pemerintah telah memberikan hak eksklusif kepada seseorang atau suatu perusahaan untuk menjual barang atau jasa.
Hak paten dan hak cipta adalah dua contoh penting mengenai bagaimana pemerintah menciptakan monopoli untuk melayani keinginan publik. Ketika sebuah perusahaan farmasi menemukan suatu obat baru, perusahaan tersebut dapat mendaftarkan hak paten atas obat itu kepada

pemerintah. Jika pemerintah menganggap obat tersebut benar-benar baru, hak paten akan dikeluarkan sehingga perusahaan farmasi itu memiliki hak tunggal untuk membuat dan menjual obat tersebut.
 Dampak-dampak dari hak paten dan hak cipta dapat dilihat dengan mudah. Karena aturan tersebut memberikan kekuasaan kepada suatu produsen untuk memonopoli pasar, maka harga barang-barang yang diproduksinya akan jauh lebih tinggi daripada seandainya barang tersebut dijual di pasar yang kompetitif. Namun, dengan diizinkannya pemonopoli ini untuk menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi, dan mengambil lebih banyak untung, maka hal-hal yang diharapkan bisa terjadi.
Maka dari itu, aturan-aturan mengenai hak paten dan hak cipta memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif dari hak paten dan hak cipta adalah adanya insentif yang lebih tinggi untuk mendorong aktivitas kreatif. Sementara itu, sisi negatifnya akan muncul akibat harga yang ditentukan di pasar monopoli.
                                                                                              
Monopoli Alamiah

Suatu industri disebut monopoli alamiah (natural monopoly) jika suatu perusahaan dapat menyediakan barang atau jasa pada seluruh pasar yang membutuhkannya dengan biaya yang lebih rendah daripada dua atau tiga perusahaan sekaligus. Suatu monopoli alamiah muncul ketika terdapat skala ekonomi (economies of scale) di suatu daerah output tertentu yang relevan.
Suatu contoh monopoli alamiah adalah distribusi air. Untuk memberikan air kepada penduduk suatu kota, sebuah perusahaan harus membangun jaringan pipa di seluruh kota. Jika terdapat dua perusahaan atau lebih sekaligus yang berkompetensi dalam penyediaan jasa ini, masing-masing perusahaan harus membayar biaya tetap berupa pembangunan jaringan. Maka dari itu, biaya total rata-rata dari penyediaan air ini akan minimal jika hanya ada satu perusahaan yang melayani seluruh pasar.
Ketika suatu perusahaan merupakan monopoli alamiah, perusahaan tersebut tidak akan terlalu peduli dengan perusahaan-perusahaan baru yang masuk ke pasar itu dan mengurangi kemampuan monopolinya. Umumnya, suatu perusahaan menemui kesulitan dalam menjaga posisi monopolinya jika perusahaan tersebut tidak memiliki suatu sumber daya inti atau perlindungan dari pemerintah. Keuntungan si pemonopoli menarik pihak-pihak lain untuk masuk ke pasar, dan pihak-pihak yang baru ini membuat pasar tersebut lebih kompetitif. Sebaliknya, masuk ke


pasar di mana terdapat perusahaan lain yang merupakan monopoli alamiah tidaklah menarik. Perusahaan-perusahaan yang berminat untuk masuk sadar bahwa mereka tidak dapat mencapai tingkat biaya yang sama rendahnya dengan si pemonopoli karena, setelah mereka masuk ke pasar, masing-masing harus berbagi jumlah permintaan di pasar itu.

MONOPOLI DENGAN BANYAK PABRIK (MULTIPLANT MONOPOLY)


Suatu monopolis dapat mempunyai banyak pabrik.Perusahaan yang memiliki banyak pabrik harus menentukan berapa pabrik yang akan berproduksi dan bagaimana mengalokasikanjumlah produksi di antara pabrik-pabrik tersebut.
Kaidah minimisasi biaya atau maksimisasi keuntungan dapat di terapkan pula pada perusahaan yang memiliki banyak perusahaan dengan sedikit perubahan yaitu:
1.       Suatu monopolis dengan banyak pabrik akan menjumlahkan kurva MC dari setiap pabrik untuk mendapatkan kurva MC perusahaan tersebut.Kaidah maksimisasi keuntungan akan dapat diterapkan dengan menggunakan kurva MC dari seluruh pabrik tersebut.
2.       Monopolis akan mengalokasikan jumlah produksi di antara pabrik-pabriknya tersebut di mana MC-nya sama untuk setiap pabrik.
12.6. DISKRIMINASI HARGA
Suatu monopolis mempunyai kemampuan untuk membeda-bedakan para pembeli dengan menetapkan harga yang berbeda-beda pula dari produknya.
Sebagai penjual tunggal untuk produk tertebtu,seorang monopolis memiliki kemampuan untuk menetapkan harga,satu hal yang tidak dimiliki oleh perusahaa-perusahaan dalam persaingan sempurna.
Pengertian diskriminasi harga dibedakan menjadi 2 yaitu:
¾     Penetapan harga yang berbeda-beda untuk para pembeli dari barang yang sama.
¾     Penetapan tingkat harga di mana perbandingan antara harga dan MC berbeda di antara para pembeli (Pj/MCj)¹(Pi/MCi).
Para ekonom lebih menyukai pengertian yang kedua karena pengertian tersebut menyadari bahwa biaya pelayanan bagi para langganan dapat berbeda-beda.
Derajat diskriminasi harga
Penggolongan diskriminasi harga tergantung pada derajat diskriminasinya.Diskriminasi yang terlengkap adalahderajat diskriminasi tertinggi.Diskriminasi harga Derajat Pertama merupakan tujuan akhir yaitu setiap unit yang dijual perusahaan mempunyai tingkat harga yang berbeda-beda.
¾     Diskriminasi harga derajat ketiga:harga berbeda-beda untuk para langganan pada pasar yang berbeda.
¾     Diskriminasi harga derajat kedua:harga bebeda-beda untuk beberapa golongan barang yang dijual ke para langganan.
¾     Diskriminasi harga derajat Pertama:harga yang berbeda-beda untuk setiap unit barang yang dijualbke para langganan.
Tujuan dan manfaat diskriminasi harga
Diskriminasi harga memungkinkan monopolis untuk meningkatkan penerimaan (reveneu) yang lebih banyak daripada yang dapat diperoleh dengan hanya menggunakan harga tunggal.Tambahan penerimaan tersebut dapat digunakan untuk menambah pelayanan.
Diskriminasi harga tersebut juga dapat menaikan keuntungan yang diperoleh perusahaan monopolis tersebut.
Syarat-syarat agar diskriminasi harga bisa efektif
Diskriminasi harga derajat pertama dan kedua memerlukan suatu informasi tentang kurva permintaan individual.Sedangkan diskriminasi harga derajat ketiga memerlukan kemampuan perusahaan tersebut untuk dapat mengidentifikasi para pembeli atau pasar yang mempunyai elastisitas permintaan yang berbeda-beda.
Ketiga derajat diskriminasi harga di atas menghendaki agar para penjual mampu untuk memisahkan para pembeli.Jika seorang pembeli dapat mentransfer barang kepada pembeli lainnya,maka efektifitas diskriminasi harga tersebut terbatas.Misalnya seorang pembeli yang dapat berperan sebagai “wholesalers” (pedagang besar) bagi para pembeli lainnya.
Pengaruh permintaan yang inelastis
Jika beberapa pasar dapat dipisahkan,maka keuntungan dapat di tingkatkan dengan diskriminasi derajat ketiga.Monopolis akan memaksimumkan keuntungannya jika MC=MR pada masing-masing pasar tersebut.Harga-harga akan tergantung pada elastisitas permintaan pada masing-masing pasar tersebut.Jika elastisitasnya lebih tinggi,maka harganya lebih rendah di pasar,ceteris paribus.
Suatu perusahaan akan memaksimumkan keuntungannya dengan cara menyamakan MR dan MC (MR=MC).Rumus elastisitas dapat diganti dengan MR dan hasilnya adalah harga.Harga akan menjadi fungsi dari MC dan E.
MR=MC
P(1-1/E)=MC di mana E adalah elastisitas permintaan
P=MC/(1-1/E)
Dus,jika E=8 maka P=1,14 MC.Jika E=2 maka P=2 MC.Untuk memaksimumkan keuntungan tersebut maka harga yang ditetapkan monopolis yang melakukan diskriminasi harga tersebut akan naik jika elastisitasnya menurun.

GEMPA BUMI


1. PENGERTIAN GEMPA
Gempa adalah pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketika pergeseran ini terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik.gempa ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak atau tidak tergantung pada kekuatan sumber dan jarak fokus, disamping itu juga mutu bangunan dan mutu tanah dimana bangungan berdiri. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan. Gelombang ini menjalar menjauhi fokus
Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunung api atau runtuhan batuan. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas gunung api dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempa bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.
Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan Lingkaran Api karena banyaknya gunung berapi.
Seismologist adalah ilmuwan yang mempelajari sesar dan gempa. Mereka menggunakan peralatan yang disebut seismograf untuk mencatat gerakan tanah dan mengukur besarnya suatu gempa. Seismograf memantau gerakan-gerakan bumi mencatatnya dalam seismogram, Gelombang seismik, atau getaran, yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa. Seismologist menggunakan skala Richter1 untuk menggambarkan besaran gempa, dan skala Mercalli untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung dan manusia.

2. PENYEBAB TERJADINYA GEMPA BUMI
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
            Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi

3. PROSES GEMPA BUMI
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.


4. LETAK INDONESIA
Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan pulau Jawa, lepas pantai Selatan kepulauan Nusatenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan antara ketiga lempeng itu terjadi di sekitar Sulawesi. Itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan 3 lempeng itu sering terjadi gempabumi.
Berikut ini adalah 25 Daerah Wilayah Rawan Gempabumi Indonesia yaitu: Aceh, Sumatera Utara (Simeulue), Sumatera Barat - Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan Kalimantan Timur.

Waspadai 4 Tanda Ciri Akan Terjadi Gempa Bumi



Gempa bumi yang terjadi memang menakutkan, namun hal ini tidak bisa dihindari mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan akan gempa. Untuk itu, mempelajari dan mewaspadai ciri-ciri yang biasanya terjadi sebelum gempa adalah hal yang bijaksana.
Ada beberapa ciri-ciri yang dapat terlihat jika akan terjadi gempa bumi. Beberapa ciri-ciri tersebut antara lain:
Lihat ke langit
kalau di langit ada awan yang berbentuk seperti angin tornado/seperti pohon/seperti batang, bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi.
Awan yang berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut ‘menghisap’ daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah.
Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi kemunculan awan gempa seperti itu di langit tidak selalu berarti akan ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu.
Awan gempa
Coba diuji medan elektromagnetis di dalam rumah
- Cek siaran TV, apakah ada suara brebet-brebet ataukah tidak
- Jika terdapat mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi tidak transmit data
- Coba minta orang lain mengirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang diterima berantakan atau tidak
- Coba matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun tak ada arus listrik
Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking, padahal sedang tidak transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap menyala biarpun tidak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak dapat dirasakan oleh manusia.
Perhatikan hewan-hewan
Cek apakah hewan-hewan seperti “menghilang”, lari atau bertingkah laku aneh/gelisah. Insting hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis.
Air tanah
Lihat juga apakah air tanah tiba-tiba menjadi surut tidak seperti biasanya.
Jika empat tanda ini ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah bersiap-siap untuk evakuasi. Empat tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan memang akan ada gempa berkekuatan besar.
Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu, tetap tidak bisa memastikan kapan gempa terjadi.
Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi, sebisa mungkin langsung melakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang paling buruk.
Kalau skala gempanya besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus selalu aware akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa puluhan meter, bisa juga hanya dua meter. Tapi biarpun hanya dua meter, gelombangnya tidak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti tidak ada habisnya) dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram.
Beberapa tanda akan terjadi gelombang tsunami adalah laut tiba-tiba menyurut dan burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah daratan.

Definisi Skala Richter Pada Gempa Bumi


Richter atau SR didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum, yang diukur dalam satuan mikrometer, dari rekaman gempa oleh instrumen pengukur gempa (seismometer) Wood-Anderson, pada jarak 100 km dari pusat gempanya. Sebagai contoh, misalnya kita mempunyai rekaman gempa bumi (seismogram) dari seismometer yang terpasang sejauh 100 km dari pusat gempanya, amplitudo maksimumnya sebesar 1 mm, maka kekuatan gempa tersebut adalah log (10 pangkat 3 mikrometer) sama dengan 3,0 skala Richter. Skala ini diusulkan oleh fisikawan Charles Richter.
Untuk memudahkan orang dalam menentukan skala Richter ini, tanpa melakukan perhitungan matematis yang rumit, dibuatlah tabel sederhana seperti gambar di samping ini. Parameter yang harus diketahui adalah amplitudo maksimum yang terekam oleh seismometer (dalam milimeter) dan beda waktu tempuh antara gelombang-P dan gelombang-S (dalam detik) atau jarak antara seismometer dengan pusat gempa (dalam kilometer). Dalam gambar di samping ini dicontohkan sebuah seismogram mempunyai amplitudo maksimum sebesar 23 milimeter dan selisih antara gelombang P dan gelombang S adalah 24 detik maka dengan menarik garis dari titik 24 dt di sebelah kiri ke titik 23 mm di sebelah kanan maka garis tersebut akan memotong skala 5,0. Jadi skala gempa tersebut sebesar 5,0 skala Richter.
Skala Richter pada mulanya hanya dibuat untuk gempa-gempa yang terjadi di daerah Kalifornia Selatan saja. Namun dalam perkembangannya skala ini banyak diadopsi untuk gempa-gempa yang terjadi di tempat lainnya.
Skala Richter ini hanya cocok dipakai untuk gempa-gempa dekat dengan magnitudo gempa di bawah 6,0. Di atas magnitudo itu, perhitungan dengan teknik Richter ini menjadi tidak representatif lagi.
Perlu diingat bahwa perhitungan magnitudo gempa tidak hanya memakai teknik Richter seperti ini. Kadang-kadang terjadi kesalahpahaman dalam pemberitaan di media tentang magnitudo gempa ini karena metode yang dipakai kadang tidak disebutkan dalam pemberitaan di media, sehingga bisa jadi antara instansi yang satu dengan instansi yang lainnya mengeluarkan besar magnitudo yang tidak sama.

Riset Pemasaran Internasional

  Riset Pemasaran Internasional mengikuti langkah-langkah seperti riset domestic mulai dari merumuskan masalah riset dan mengembangkan rencana riset sampai dengan menginterprestasi dan melaporkan hasil-hasilnya.
          Peran pembelian dan proses keputusan konsumen sangat berbeda dari Negara-negara lain.menambah pula komplikasi riset pemasaran internasonal.Konsumen di Negara-negara lain juga mempunyai sikap yang berbeda terhadap riset pemasaran.

Kebijakan Publik dan Etika dalam Riset Pemasaran

          Jika digunakan dengan baik dan tepat, maka riset pemasaran bermanfaat baik untuk perusahaan yang mensponsori maupun untuk pelanggannya.membantu perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik yang pada gilirannya akan menghasilkan produk dan jasa yang lebih memenuhi kebutuhan konsumen.

Analisis Informasi

          Informasi yang dikumpulkan oleh intelijen pemasaran dan system riset pemasaran perusahaan seringkali masih memerlukan analisis dan adakalanya manajer perlu bantuan lebih lanjut menerapkannya dalam menghadapi masalah dan keputusan pemasaran.

Mendistribusikan Informasi

          Sebelum manajer menggunakan cara untuk mengambil keputusan pemasaran dengan lebih baik maka informasi pemasaran tidak akan mempunyai arti apa-apa.Informasi pemasaran yang dikumpulkan oleh system intelijen pemasaran dan system riset pemasaran harus diterimakan kepada manajer pemasaran yang tepat pada waktu yang tepat

Proses Riset Pemasaran


1.                 Menetapkan masalah dan tujuan riset
2.                 Mengembangkan Rencana riset
3.                 Mengimplementasikan rencana riset
4.                 Menginterprestasi dan melaporkan hasil riset         

Menetapkan Masalah Dan Tujuan Pemasaran

          Manajer pemasaran dan peneliti harus secara erat bekerjasama untuk merumuskan masalah dengan cermat dan mencapai kesepakatan, tentang tujuan-tujan riset.Manajer hrus cukup banyak mengetahui tentang riset pemasaran untuk dapat berperan serta didalam perencanaan.apabila manajer pemasaran hanya sedikit sekali paham akan riset pemasaran, mereka akan memperoleh informasi tidak benar.
          Menentukan masalah dan tujuan riset sering kali merupakan langkah yang paling sulit dalam proses riset pemasaran.

Mengembangkan Rencana Riset
          Tahap Kedua proses riset pemasaran menghendaki penentuan informasi yang dibutuhkan serta pengembangan suatu rencana untuk mengumpulkan informasi tersebut secara ifisien.

1.                 Menentukan kebutuhan informasi yang spesifik
2.                 Mengumpulkan informasi sekunder
3.                 Merencanakan pengumpulan data primer

Data sekunder menimbulkan berbagai masalah,informasi yang dibutuhkan mungkin tidak tersedia peneliti jarang dapat memperoleh semua data yang mereka butuhkan dari sumber-sumber sekunder.


Melaksanakan Rencana Riset

          Pelaksanaan ini mencangkup pengumpulan,pengolahan,serta analisis informasi.Pengumpulan data dapat dilakukan oleh staf riset pemasaran perusahaan dari luar.


Menginterprestasikan dan Melaporkan Temuan-Temuan Riset

          Peneliti harus menginterprestasikan hasil-hasil riset, menarik kesimpulan tentang implikasinya dan melaporkannya kepada meanajemen.peneliti sebaiknya tidak perlu menjejali manajemen dengan angka-angka dan teknik-teknik statistic yang muluk-muluk.